Jakarta kalau sore hari berisik dan gerah, bikin isi kepala ikut acak-acakan. Kamuโ(y/n)โberjalan cepat membelah gang sempit di kawasan Jakarta Selatan sambil sesekali membetulkan posisi jaket bomber kebesaranmu. Seharian ini punggungmu rasanya mau patah. Pekerjaanmu di lapangan sebagai arsitek proyek bener-bener menguras tenaga. Belum lagi, demi kenyamanan bergerak di tempat kerja yang didominasi cowok, kamu selalu memakai chest binder ketat yang menekan dada montokmu sampai rata. Dari luar, dengan potongan rambut wolfcut acak-acakan, celana cargo longgar, dan langkah kaki yang tegap, orang awam pasti bakal mengira kamu adalah ABG atau remaja cowok yang biasa nongkrong di pinggir jalan.
Matamu tertuju pada sebuah papan kayu kecil di depan rumah minimalis bernuansa gelap: โStudio Kebugaran Sehat โ Khusus Priaโ.
Kamu yang udah telanjur burnout dan buru-buru, cuma membaca tulisan โStudio Kebugaran Sehatโ saja. Otakmu sudah telanjur korslet karena encok. Tanpa babibu, kamu langsung mengetuk pintu.
Begitu pintu terbuka, aroma minyak esensial yang maskulin langsung menyergap indra penciumanmu. Dan yang bikin kamu sempat mematung adalah cowok yang membukakan pintu.
Tinggi menjulang sekitar 180-an senti, bahunya lebar banget mirip monster gym, dan wajahnya tampan tirus dengan tatapan mata yang dingin tapi tajam. Dia cuma pakai kaos kutang hitam ketat yang pamerin otot lengan dan dadanya yang tebal, dibalut celana kain santai. Namanya Park Sunghoon, terapis sekaligus pemilik tempat ini.
โMau pijat, Mas? Sudah booking atau belum?โ suara Sunghoon terdengar rendah, ngebass, dan serak. Tipikal suara cowok maskulin yang bikin kuping geli.
Kamu berdehem, sengaja agak memberatkan suaramu biar nggak kelihatan canggung. โBelum, Mas. Tapi badan gue remuk banget asli. Bisa langsung masuk nggak? Paket apa aja deh yang penting pegal di punggung hilang.โ
Sunghoon merhatiin kamu dari atas sampai bawah. Posturmu yang tertutup jaket gombrang ditambah topi senada emang menipu pandangan. Di bisnisnya, Sunghoon emang cuma menerima pelanggan cowok karena teknik pijat otot dalam (deep tissue massage) yang dia pakai itu keras dan butuh tenaga besarโnggak cocok buat kulit cewek yang sensitif.
โYa udah, kebetulan slot jam segini kosong. Langsung masuk ke ruangan nomor satu di dalam. Lepas baju atasnya, pakai sarung yang ada di atas kasur, terus langsung telungkup,โ ujar Sunghoon lempeng, sama sekali belum menaruh curiga.
โOke, thanks, Mas,โ jawabmu pendek, langsung ngeloyor masuk ke kamar terapi yang suasananya remang-remang cuma diterangi lampu temaram.
Di dalam ruangan, kamu langsung melepas jaket bomber dan kaos hitammu. Sekarang, yang tersisa di tubuh bagian atasmu hanyalah chest binder warna abu-abu yang menekan dadamu dengan sangat ketat. Kamu memakai kain sarung cokelat yang disediakan, menggulungnya di pinggang, lalu naik ke atas kasur terapi dalam posisi telungkup. Di atas meja kecil ada minuman khusus untuk merilekskan otot, Sunghoon tadi berpesan untuk sekalian diminum sebelum pijat dimulai. Kamu meneguknya dalam posisi telungkup lalu kembali menyesuaikan diri di kasur.
Napasmu agak sesak. Binder ini kalau dipakai tiduran sambil telungkup bener-bener bikin dadamu tertekan. โAh, sialan... sesak banget. Lepas aja kalik ya, toh sesama cowok ini pikirnya,โ gumammu pelan.
Kamu pun mendudukkan diri sebentar, membuka pengait binder itu di bagian samping, lalu melepasnya total. Kamu melempar kain ketat itu ke keranjang pakaian di sudut ruangan, lalu cepat-cepat kembali mengambil posisi telungkup, menarik kain sarung sampai sebatas dada bawah agar bagian punggungmu terekspos sepenuhnya.
Cklek.
Pintu terbuka. Sunghoon masuk membawa botol minyak zaitun hangat dan handuk kecil. Langkah kakinya yang tegap mendadak berhenti tepat dua langkah di samping kasur terapi. Matanya yang tajam langsung melotot lebar saat menatap keranjang pakaian, di mana sebuah chest binder cewek tergeletak begitu saja.
Pandangan Sunghoon perlahan bergeser ke atas kasur, menatap punggung telanjang pasiennya.
Deg. Sunghoon menelan ludah berat. Jakunnya naik turun. Jelas banget ini bukan punggung cowok. Kulit di depan matanya ini putih bersih, mulus tanpa bulu, dengan lekuk pinggang yang mengecil sangat feminim dan seksi. Garis tulang belikatmu begitu anggun, berbeda jauh dengan pasien cowok berotot atau bapak-bapak buncit yang biasa dia urus. Aroma tubuhmu yang wangi vanilla tipis mulai mengalahkan bau minyak cendana di ruangan itu.
Sunghoon tersadar. โBangsat, ini cewek ternyata?โ batinnya berteriak.
Dia sempat mau membatalkan sesi. Otaknya memerintahkan dia buat bilang, โMbak, maaf ini pijat khusus cowok, salah tempat.โ Tapi entah kenapa, bibirnya mendadak kelu. Pandangan matanya seolah terkunci pada lekuk pantatmu di balik kain sarung tipis yang tercetak jelas karena posisi menungging telungkupmu. Pikiran kotor Sunghoon langsung bekerja. Efek visual dari punggung mulus dan sarung yang ketat di pinggulmu sukses bikin sesuatu di celana Sunghoon mendadak menegang hebat.
Sunghoon berdehem keras, mencoba menetralkan suaranya yang mendadak kering. โMas... eh, kita mulai ya.โ
โYa, Mas. Hajar aja, punggung gue bener-bener kaku,โ jawabmu dari balik lubang bantal kasur, sama sekali nggak tahu kalau penyamaranmu sudah terbongkar total dan kamu lagi ada di dalam kamar bersama serigala lapar yang lagi nahan gairah.
Sunghoon menuangkan minyak zaitun hangat ke telapak tangannya. Suara gesekan tangannya terdengar intens di keheningan kamar. Begitu kedua telapak tangan Sunghoon yang besar, tebal, dan agak kasar itu mendarat di punggung mulusmu, kamu refleks berjengit.
โDingin... eh, hangat deng. Enak, Mas,โ gumammu, merem-melek karena sentuhan pertamanya aja udah terasa mantap banget.
Sunghoon nggak bersuara. Dia fokus menekan urat-urat di sepanjang tulang belakangmu. Tapi sial, rasanya beda banget. Kulitmu terlalu lembut. Setiap kali telapak tangannya meluncur ke bawah, otot-otot tangan Sunghoon malah makin gemetar bukan karena capek, tapi karena nahan nafsu. Gairah seks cowok itu bener-bener langsung kepancing. Kejantanannya di balik celana santai sekarang sudah berdiri tegak sempurna, berdenyut-denyut minta pelepasan.
โMas... pijatan lo kok dalem banget ya, tapi entah kenapa rasanya beda dari tempat pijat biasa,โ katamu, suaramu mulai agak serak dan melemas karena efek rileksasi sekaligus getaran aneh yang menjalar ke perut bawahmu.
Sunghoon mencondongkan badannya ke depan. Dada bidangnya yang keras sekarang cuma berjarak beberapa senti dari punggungmu. Uap napasnya yang panas bener-bener bisa kamu rasain di tengkukmu.
โEmang beda,โ bisik Sunghoon rendah, suaranya terdengar sangat parau dan sensual. โIni teknik khusus. Biar darahnya lancar sampai ke tempat yang... seharusnya.โ
Tangan besar Sunghoon mulai meluncur turun. Nggak cuma di punggung atas lagi, jemarinya yang kekar sekarang mulai bermain di area pinggang bawah, tepat di atas batas kain sarungmu. Ibu jarinya sengaja menekan dua lesung kecil di atas bokongmu, bikin kamu refleks mendesah kecil.
โAhhh... s-shh... Mas, agak kebawah dikit dong, di situ pegal banget,โ ujarmu tanpa sadar, melupakan suara beratmu yang dibuat-buat. Suara aslimu yang mendesah manja bener-bener keluar begitu saja.
Mendengar desahan aslimu yang keliatan cewek banget, kepala Sunghoon rasanya mau pecah. Jebakan situasi ini bikin dia nggak mau nahan diri lagi. Dia tahu kamu nggak tahu kalau tempat ini khusus cowok, tapi buat Sunghoon, karena kamu sudah terlanjur masuk ke kandangnya, kamu nggak bakal bisa keluar dengan gratis.
โDi sini?โ tanya Sunghoon sambil perlahan memasukkan telapak tangannya ke dalam lipatan sarungmu, memijat bagian atas pantatmu yang padat dan kenyal dengan remasan yang bener-bener posesif.
โMas... k-kok tangannya masuk ke dalem?โ Kamu mulai panik, mencoba menengok ke belakang. Tapi dengan cepat, satu tangan Sunghoon menekan tengkukmu lembut, menahanmu agar tetap telungkup.
โSstt... diam aja. Katanya mau sembuh? Ini urat intinya ada di balik sarung lo ini, Cantik,โ bisik Sunghoon tepat di lubang telingamu, kali ini panggilannya sudah berubah, membongkar fakta kalau dia sudah tahu rahasiamu sepenuhnya.
Mendengar kata โCantikโ keluar dari mulut Sunghoon dengan nada se-kotor itu, jantungmu langsung copot. Kamu tersadar kalau penyamaranmu sebagai cowok udah gagal total di tangan terapis bertubuh monster ini.
โM-mas... lo tau?โ tanyamu terbata-bata, badanmu mulai gemetar bukan karena dingin, tapi karena tensi di kamar ini mendadak berubah jadi sangat intim dan berbahaya.
โTahu apa? Tahu kalau pasien gue ini ternyata punya badan se-seksi ini?โ Sunghoon terkekeh rendah. Tangannya di balik sarung makin berani, sekarang jemarinya meraba sela paha dalammu, memijat dengan gerakan memutar yang bikin area kewanitaanmu di balik celana dalam mendadak berdenyut basah.
โM-maaf, Mas... gue salah masuk tempat ya? Gue pake baju dulu dehโโ
Kamu mencoba buat bangun, tapi Sunghoon langsung bergerak cepat. Dia menaiki kasur, memposisikan tubuh besarnya mengungkungmu dari belakang. Kedua lututnya menjepit pinggangmu, bikin kamu bener-bener terkunci di bawah tubuh tegapnya. Kamu bisa ngerasain ada sesuatu yang panjang, keras, dan panas banget dari balik celananya yang menekan pantatmu di balik kain sarung.
โMau ke mana? Sesi pijatnya kan belum selesai,โ geram Sunghoon, napasnya yang memburu membasahi pundak mulusmu. โLagian, lo udah bikin โasetโ gue tegang maksimal begini gara-gara salah masuk ruangan. Tanggung jawab dong.โ
Sunghoon meraih kedua tanganmu, menariknya ke belakang dan menguncinya dengan satu tangan besarnya di atas pantatmu. Tangan satunya lagi dengan kasar merenggut kain sarung yang menutupi bagian bawahmu, membuangnya ke lantai. Sekarang, kamu benar-benar polos di bawah kungkungannya, hanya menyisakan celana dalam yang sudah mulai lembap karena gairahmu sendiri yang ikut tersulut.
โMas Sunghoon... please... ahh!โ Kamu mendesah keras saat Sunghoon tiba-tiba menggigit pelan cuping telingamu, lalu turun menjilati leher belakangmu sampai ke tulang belikat, meninggalkan jejak saliva yang berkilau.
โBadan lo bener-bener surgawi, (y/n)... Sempit, seksi, wangi lagi,โ racau Sunghoon, dirty talk-nya mulai keluar tanpa kendali. โGue biasanya cuma pegang otot cowok yang keras, tapi begitu pegang kulit lembut lo... punya gue langsung mau pecah rasanya.โ
Dia melepaskan kuncian tanganmu, lalu membalikkan tubuhmu dengan kasar sampai kamu sekarang dalam posisi terlentang menghadapnya. Matamu langsung membelalak melihat dua gundukan dadamu yang akhirnya terekspos sepenuhnya tanpa penutup binder lagi.
Sunghoon menatap dadamu dengan pandangan lapar yang bener-bener buas. โRata dari luar karena lo bungkus, tapi begitu dibuka... ternyata semontok dan seindah ini, hah?โ ujarnya sambil langsung menangkup kedua payudaramu dengan tangannya yang besar, merasanya dengan ritme kasar yang bikin kamu langsung memekik nikmat mencengkram dua lengannya.
โAAKHH! Mas... ugh... jangan...โ
Kamu yang awalnya mau kabur, sekarang bener-bener lumpuh di bawah sentuhan pakar dari Sunghoon. Kedua tanganmu refleks mencengkeram bahu kokohnya, menyerahkan dirimu sepenuhnya pada servis plus-plus yang sama sekali nggak ada di dalam menu studio kebugaran ini.
Akal sehatmu sempat teriak buat kabur. Kamu mencoba bertumpu pada kedua sikumu, nyoba mendorong dada bidang Sunghoon yang keras kayak tembok.
โMas... j-jangan... ini beneran salah... ahh!โ Kamu mencoba berontak, nendang-nendang kakimu di atas kasur.
Tapi tenaga Sunghoon bener-bener bukan tandinganmu. Melihat kamu yang masih coba melawan, seringai tipis muncul di wajah tampannya yang udah memerah karena sapsan nafsu. Dia langsung mengunci kedua pergelangan tanganmu ke atas kepala dengan satu tangan besarnya, nahan tubuhmu sampai tenggelam ke dalam kasur busa.
Sunghoon condongin wajahnya, bibirnya hampir nempel di telingamu yang udah panas. โMau berontak ke mana, hm? Punya gue udah sekeras ini gara-gara lo, dan lo pikir bisa keluar dari kamar ini dalam keadaan bersih?โ bisiknya dengan suara ngebass yang bener-bener jorok dan kotor. โMmk lo bahkan udah wangi dan becek banget dari tadi, Cantik. Mulut lo bilang jangan, tapi bawah lo udah siap banget nampung punya gue.โ
Blush! Kalimat dirty talk yang blak-blakan itu bener-bener bikin otakmu langsung korslet.
Sebelum kamu sempat protes atau teriak lagi, Sunghoon langsung membungkam mulutmu dengan ciuman yang super brutal. Cup! Mmphs... Ciumannya langsung dalam, gak ada manis-manisnya sama sekali. Lidah Sunghoon menerobos masuk dengan rakus, mengabsen seluruh rongga mulutmu, ngajak lidahmu beradu kasar sampai kedengeran suara decapan becek yang seksi. Kamu bener-bener dibuat megap-megap, kehabisan oksigen, dan seluruh sisa tenagamu buat berontak mendadak menguap gitu aja digilas ciumannya yang pro banget.
Sementara mulutmu disiksa nikmat, tangan kiri Sunghoon yang bebas mulai bergerak nakal ke bawah. Jemarinya yang kasar karena minyak merayap turun, melewati perut ratamu yang berkedut geli, sampai akhirnya mendarat di karet celana dalammu yang udah lembap.
Sunghoon melepaskan pagutan bibirnya sebentar, menyisakan benang saliva tipis di antara bibir kalian, matanya natap kamu lapar banget. โGue buka ya... kita liat seberapa banjirnya lo di dalem,โ bisik Sunghoon serak.
Dengan satu gerakan cepat dan ahli, Sunghoon langsung menyusupkan jarinya ke balik kain, menarik celana dalammu turun melewati paha mulusmu, lalu melemparkannya entah ke mana.
Sekarang, kamu bener-bener telanjang bulat di bawah kungkungan terapis berbadan besar itu. Udara dingin AC kamar langsung menerpa inti kewanitaanmu yang sudah terbuka lebar, tapi rasa dingin itu langsung hilang begitu telapak tangan Sunghoon yang panas mendarat tepat di atas apemmu yang sudah banjir cairan gairah.
โAnjir... bener-bener udah basah kuyup,โ gumam Sunghoon sambil menggesekkan jarinya di atas klitorismu, bikin tubuhmu refleks melengkung ke atas saking setruman nikmatnya nggak main-main.
Sunghoon senyum puas begitu ngerasain reaksi tubuhmu. Tangan besarnya yang licin karena minyak zaitun mulai bekerja. Dia nggak langsung masukin jarinya, tapi sengaja mempermainkan bagian luarnya dulu. Ibu jarinya neken dan muter-muter di atas klitorismu yang udah menegang keras, sementara sisa jarinya ngusap cairan bening yang udah meluber ke mana-mana.
โAhhh! M-mas... s-shh... gila, jangan digituin...โ Kamu ngeremas sprei kasur terapi kuat-kuat, kepalamu mendongak dengan napas yang makin buru-buru. Rasa geli dan panasnya bener-bener bercampur jadi satu.
โJangan digituin gimana? Orang bawah lo ngenyot jari gue kuat banget begini,โ goda Sunghoon. Suara ngebass-nya kedengeran sangat kotor di dekat telingamu.
Begitu dia ngerasa lubangmu udah bener-bener lentur dan banjir, Sunghoon perlahan masukin satu jarinya yang panjang ke dalem.
Srep.
โAkhh! Mas Sunghoon... dalem banget... hhh...โ Tubuhmu langsung tegang seketika. Jarinya aja udah kerasa padat banget ngisi dalemanmu, bikin dinding kewanitaanmu refleks menjepitnya dengan ketat.
โSempit banget, (y/n)... Padahal baru satu jari,โ gumam Sunghoon, matanya menggelap ngelihat ekspresi mukamu yang udah merem-melek pasrah.
Dia mulai menggerakkan jarinya keluar-masuk dengan ritme yang teratur. Suara becek ceplok-ceplok dari sela pahamu mulai memenuhi ruangan remang-remang itu. Sunghoon sengaja neken bagian atas dinding dalemmu, nyari titik paling sensitif yang bikin kamu langsung memekik histeris.
โA-AKHH! Mas! S-situ... stop... ahh, gue mau pipis!โ
โNggak boleh stop, Sayang. Kan lo minta dihilangin pegalnya, ini gue lagi lemesin otot dalem lo,โ racau Sunghoon makin nakal.
Bukannya berhenti, Sunghoon malah nambahin satu jarinya lagi masuk ke dalem. Dua jarinya sekarang mengocok apemmu dengan tempo yang makin cepat dan membabi buta. Tangan satunya lagi bergerak ke atas, ngeremes payudaramu dengan kasar, sementara ibu jarinya terus melintir putingmu yang udah tegang maksimal.
Kamu bener-bener dibuat lemes tak berdaya. Semua pertahananmu runtuh total digilas servis jarinya Sunghoon. Kamu cuma bisa nangis nikmat sambil menggelengkan kepala, pinggulmu refleks bergerak maju-mundur ngikutin permainan jarinya yang makin brutal.
โMas... ahh... ugh... keluar... MAS SUNGHOON!โ
Tubuhmu mendadak kaku, perutmu berkedut hebat saat orgasme pertamamu pecah. Cairan kewanitaanmu menyemprot keluar banyak banget, membasahi seluruh tangan Sunghoon sampai merembes ke sprei. Kamu megap-megap kehabisan napas, bener-bener lemes kayak jeli, bahkan buat ngangkat tangan aja udah nggak punya tenaga lagi.
Sunghoon narik jarinya pelan-pelan dari dalem sana, nyisain suara plop yang seksi. Dia ngangkat tangannya yang udah basah kuyup karena cairanmu, lalu menjilat sisa-sisa cairan itu di depan matamu dengan tatapan yang bener-bener lapar.
โManis banget, (y/n)...โ bisik Sunghoon sambil mulai ngelepas tali celana santainya sendiri. โSekarang lo udah bener-bener lemes dan siap. Gantian punya gue yang mau masuk ke dalem surga lo ini.โ
to be continued





malem Minggu langsung di kasih ginian anjir๐ญ
Aduhh mantepp bngttt inii mom๐