Permintaan kontrol itu runtuh sepenuhnya. Jake tidak lagi menahan diri, dan ritme pelan yang tadinya ia jaga kini berganti dengan dominasi total yang mentah dan tanpa ampun. Tatapan matanya tidak lagi hanya gelap, melainkan dipenuhi oleh intensitas mutlak dari seorang pria yang telah menyerahkan seluruh kendalinya pada insting.
โKamu yang minta,โ bisik Jake, suaranya berupa geraman rendah yang bergetar di depan wajahmu.
Kedua tangannya mencengkeram pinggulmu dengan pegangan yang begitu kuat, mengunci posisimu agar tidak bergeser satu sentimeter pun dari atas konter dapur. Tanpa memberikan jeda bagi tubuhmu untuk bersiap, Jake menyentak maju dengan dorongan yang jauh lebih bertenaga dan dalam.
โAhhh!โ
Kamu memekik keras, kepalamu refleks terlempar ke belakang, membentur dinding keramik dapur dengan pelan saat gelombang kejutan yang luar biasa langsung menghantam seluruh sistem sarafmu. Sentakan itu begitu telak, menghantam titik terdalammu hingga membuat seluruh tubuhmu gemetar seketika.
Jake tidak menurunkan temponya. Ia langsung mengambil alih dengan gerakan yang cepat, brutal, dan penuh tuntutan. Setiap dorongannya terasa berat dan konstan, menciptakan gesekan intim yang begitu intens hingga suasan dapur yang sunyi kini sepenuhnya dipenuhi oleh suara penyatuan kalian yang basah dan beritme cepat. Udara di sekitar kalian terasa semakin panas, pengap oleh aroma gairah yang menguar hebat.
Kamu mencengkeram bahu Jake dengan erat, kuku-kukumu menekan kulitnya di balik kaus oblong putih yang kini sudah berantakan dan basah oleh keringat. Tubuh besarnya bergoyang seirama dengan dorongannya yang tanpa jeda, membuat otot-otot lengan dan punggungnya yang kokoh menegang sempurna di bawah cengkeramanmu. Kamu merasa seolah-olah sedang dihantam badai, terombang-ambing di atas konter dapur tanpa bisa berpegangan pada apa pun selain tubuh cowok di depanmu ini.
โJake... nggh, pelan... Jake... ahh!โ desahmu putus-putus, mencoba meminta kelonggaran, namun suaramu justru terdengar seperti pasrah yang semakin menyulut gairahnya.
โNggak bisa,โ balas Jake serak, napasnya memburu cepat di telingamu. Ia sama sekali tidak mengurangi kecepatan. Malahan, cengkeramannya di pinggulmu semakin erat, mengangkat tubuhmu sedikit untuk memberi sudut yang lebih telak bagi setiap serangannya.
Setiap kali Jake bergerak maju, kamu merasa akal sehatmu semakin terkikis habis. Sensasi penuh, panas, dan tajam yang bertubi-tubi itu membuat perut bagian bawahmu kembali melilit kencang. Puncak yang baru saja kamu lewati beberapa menit lalu seolah tidak berarti, karena kini gelombang kenikmatan yang jauh lebih besar dan lebih pekat sedang menumpuk dengan sangat cepat, siap meledak kembali.
Jake memiringkan kepalanya, kembali meredam desahanmu dengan ciuman yang tidak kalah brutal. Ia melahap bibirmu, menyesap lidahmu dengan kasar, menyatukan deru napas kalian yang sudah saling memburu. Tangan kirinya naik dari pinggul, mencengkeram rahangmu dengan lembut namun tegas, memaksamu untuk menerima setiap pagutannya sementara bagian bawah tubuhnya terus menghantammu tanpa ampun.
Kontraksi di dinding intimmu mulai terjadi lagi, menjepit kehadiran Jake dengan sangat ketat akibat stimulasi yang terlalu intens. Merasakan respons tubuhmu yang sudah berada di batas maksimal, Jake menggeram rendah di dalam ciuman kalian. Gerakannya berubah menjadi semakin cepat, pendek, dan penuh penekanan di titik sensitifmu, memburu penyelesaiannya sendiri.
Seluruh ruangan seolah berputar di matamu yang berkaca-kaca. Tubuhmu gemetar hebat, otot-otot paha dan perutmu menegang sempurna saat gelombang pelepasan yang kedua menghantammu dengan daya ledak yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya. Kamu menangis pelan di sela desahanmu, benar-benar kewalahan oleh kepuasan yang diberikan Jake.
Tepat saat tubuhmu kejang dalam cundangan puncak, Jake memberikan beberapa dorongan terdalamnya yang terakhir. Dengan satu sentakan kuat yang mengunci tubuh kalian tanpa jarak, ia menegang hebat, menyembunyikan wajahnya di ceruk lehermu sambil melepaskan seluruh ketegangannya di dalam kehangatan dirimu.
Napas berat Jake berembus pendek-pendek di kulit lehermu yang basah, sementara detak jantungnya yang bergemuruh kencang terasa langsung di dadamu. Di dapur kosan yang berantakan itu, kalian berdua perlahan-lahan kembali melandai, terengah-engah dalam pelukan erat yang menyisakan kehangatan yang jelas.
Sensasi pelepasan yang dahsyat itu perlahan menyurut, menyisakan tubuhmu yang sepenuhnya lemas di atas konter dapur. Napasmu masih putus-putus, memburu sisa-sisa oksigen yang terasa menipis di ruangan itu. Di depanmu, Jake juga sedang mengontrol deru napasnya yang berat, dahinya bersandar di bahumu yang polos dengan peluh yang perlahan menetes dari pelipisnya.
Namun, tebakanmu salah jika mengira Jake akan langsung menyudahi malam ini.
Hubungan tanpa nama selama tiga tahun ini telah melatih insting tubuh kalian dengan sangat baik. Jake tidak memberikan jeda sedikit pun untuk jarak di antara kalian tercipta. Tangan kirinya tetap mencengkeram pinggangmu dengan posesif, sementara tangan kanannya bergerak turun dengan efisien. Dengan gerakan yang terlatih, ia menarik dirinya keluar, melepas pengaman yang membungkus kebanggaannya, lalu membuangnya ke tempat sampah kecil di sudut dapur tanpa pernah melepaskan tubuhmu sepenuhnya dari dekapannya.
Begitu selesai, sebelum kamu sempat menurunkan kakimu yang masih gemetar dari meja konter, kedua lengan kekar Jake sudah menyusup ke bawah ketiak dan lipatan lututmu. Dengan satu sentakan mudah, ia mengangkat tubuhmu ke dalam gendongannya.
โJake... ahh, mau ke mana?โ bisikmu parau, refleks mengalungkan kedua lenganmu di lehernya yang kokoh untuk mencari keseimbangan.
โKamar,โ jawabnya singkat. Suaranya masih serak, bergetar rendah di dada bidangnya yang naik-turun.
Jake melangkah keluar dari dapur tanpa menurunkanmu sedetik pun. Setiap langkahnya terasa tegas dan mantap, membawa tubuhmu melewati koridor kosan yang sepi dan gelap. Kamarmu hanya berjarak beberapa langkah dari dapur, dan dengan satu tendangan pelan dari kakinya, pintu kamar terbuka. Ia membawamu masuk ke dalam keremangan kamarmu, lalu menutup kembali pintu itu dengan tumitnya hingga terdengar bunyi klik yang mengunci kalian dari dunia luar.
Ia tidak langsung menjatuhkanmu ke kasur. Jake berjalan menuju tepi tempat tidur, lalu perlahan menurunkan tubuhmu ke atas seprai yang dingin. Namun, sebelum tubuhmu benar-benar menyentuh kasur, ia ikut merosot turun, ikut menindihmu dan mengunci pergerakanmu dengan berat tubuhnya yang maskulin.
โKamu pikir satu ronde di dapur tadi cukup buat bayar kompor kosanmu yang mati?โ bisik Jake tepat di depan bibirmu. Sudut bibirnya terangkat, menampilkan senyum tipis yang penuh percaya diri, sementara matanya kembali menggelap menatap kaus kebesaranmu yang kini sudah berantakan.
Belum sempat kamu membalas kalimatnya, Jake sudah kembali merunduk. Ia menangkup rahangmu dengan jemarinya yang hangat, lalu langsung melahap bibirmu dengan intensitas yang sama sekali tidak berkurangโmenandakan bahwa ronde kedua ini akan berjalan jauh lebih panjang dan menuntut di atas ranjang.
Di bawah temaram lampu kamar, suasana mendadak bergeser menjadi jauh lebih pekat dan intens. Jake tidak memberi ruang sedikit pun untukmu mengambil napas atau sekadar menyesuaikan diri dengan permukaan kasur yang empuk. Dominasinya malam ini benar-benar mutlak, dipicu oleh adrenalin yang masih tersisa sejak di dapur tadi.
Tanpa banyak bicara, tangan Jake bergerak dengan cekatan dan kasar. Kaus kebesaran yang tersisa di tubuhmu ditariknya ke atas, dilucuti dalam satu sentakan brutal hingga terlempar begitu saja ke lantai. Kamu sepenuhnya terekspos di bawah tatapannya yang menggelap. Sebelum kamu sempat memproses posisimu, Jake meraih seutas kainโmungkin ikat pinggang atau kaus cadangan yang tergeletak di dekat kasurโdan membawa kedua pergelangan tanganmu ke atas kepala, mengikatnya dengan tarikan yang erat namun aman di tiang ranjang.
โJake... ahh,โ desahmu, merasakan sensasi terkunci yang membuat detak jantungmu kian menggila.
โDiam,โ perintah Jake pendek, suaranya berupa geraman rendah yang mutlak.
Ia tidak membiarkanmu terlentang lama. Dengan cengkeraman kuat pada pinggulmu, Jake membalikkan tubuhmu dengan kasar hingga kamu kini menghadap kasur, lalu mendorong bagian bawah tubuhmu naik. โNungging,โ titahnya, menepuk pantatmu pelan sebagai penegas perintah.
Dalam posisi terikat dan sepenuhnya tunduk pada kendalinya, akal sehatmu benar-benar menguap. Setiap kali Jake mengeluarkan aura dominan seperti ini, ada satu panggilan yang selalu lolos begitu saja dari bibirmu.
โDaddy... please,โ rintihmu dengan suara serak yang sangat menggoda, kepalamu menoleh sedikit ke belakang untuk menatapnya dengan mata berkaca-kaca. โDaddy, aku mau... cepetan...โ
Mendengar panggilan itu, rahang Jake mengeras. Tatapannya menatap lekat-lekat keintimanmu yang sudah kembali basah kuyup akibat stimulasi sebelumnya. Rasa lapar yang mentah terpancar jelas dari matanya. Kamu yang sudah tidak tahan lagi dengan siksaan manis ini mulai memohon, kehilangan seluruh harga dirimu di atas ranjang.
โDaddy, please... masuk sekarang. Pake punya Daddy langsung... nggak usah pakai kondom, please... aku pengen ngerasain Daddy di dalam,โ pintamu dengan nada mengemis, tubuhmu bergerak gelisah, menuntut penyatuan yang kasar.
Jake terkekeh rendah, sebuah suara maskulin yang penuh kepuasan mendengar rintihan pasrahmu. Ia merangkak maju, menempelkan dada bidangnya yang hangat ke punggung polosmu, sementara satu tangannya turun untuk mencengkeram rambutmu dengan lembut namun tegas, menarik kepalamu mendongak sedikit agar ia bisa berbisik langsung di telingamu.
โKamu beneran nakal malam ini, hmm? Begging kayak gini,โ bisik Jake, napas panasnya membakar kulit lehermu. โKalau aku masuk sekarang tanpa pengaman, kamu nggak akan aku kasih ampun sampai pagi. Siap?โ
Kamu hanya bisa mengangguk cepat sambil mendesah pasrah, benar-benar mendambakan sentuhan brutal yang sebentar lagi akan menghantammu tanpa sisa.
Suara napas yang memburu memenuhi setiap sudut kamar yang remang-remang. Udara di dalam ruangan itu terasa begitu tebal, dipenuhi oleh aroma gairah yang pekat dan ketegangan yang sudah mencapai titik didih. Kamu berada dalam posisi yang sepenuhnya pasrahโkedua pergelangan tangan terikat di atas kepala, tubuh bertumpu pada lutut dan siku dengan pinggul yang terangkat tinggi, sepenuhnya terekspos pada tatapan lapar pria di belakangmu.
โYes, Daddy... please, faster... My miawmiaw craving your dihh so much,โ rintihmu berulang kali. Suaramu terdengar serak, parau, dan dipenuhi oleh keputusasaan yang teramat sangat. Kata-kata kotor itu lolos begitu saja dari belahan bibirmu, dipicu oleh rasa lapar yang sudah membakar seluruh akal sehat. Hubungan tanpa status selama tiga tahun ini selalu membawa kalian ke titik ekstrem seperti ini, di mana batas-batas kesopanan runtuh dan digantikan oleh kebutuhan purba yang saling menuntut.
gue ngetik miawmiaw pengen ketawa njir
Mendengar penuturanmu yang begitu vulgar dan penuh kepasrahan, rahang Jake tampak mengeras. Otot-otot di lengan dan punggung bidangnya menegang sempurna. Kata-kata kotormu bertindak bak bahan bakar yang menyulut api gairah di dalam dirinya hingga berkobar berkali-kali lipat lebih dahsyat. Kilat di matanya berubah menjadi sesuatu yang sangat berbahayaโsebuah dorongan posesif untuk mendominasi dan mengendalikanmu sepenuhnya.
Namun, alih-alih memberikan apa yang kamu minta, Jake justru menampilkan senyuman tipis yang sangat kejam. Ia menyukai kekuatan yang dimilikinya atas tubuhmu. Ia tahu persis seberapa besar kamu mendambakannya, dan malam ini, ia ingin menyiksamu dengan cara yang paling manis sekaligus menyakitkan.
Jake memosisikan tubuhnya yang besar tepat di belakangmu. Ujung milik pribadinya yang tegang dan panas sengaja ia gesekkan secara perlahan di sepanjang belahan pantatmu, menyentuh area intimmu yang sudah basah kuyup namun sama sekali tidak memberikan tekanan untuk masuk. Sensasi hangat dan godaan yang setengah-setengah itu membuat seluruh tubuhmu tersentak. Kamu refleks menggerakkan pinggulmu ke belakang, mencoba menjemput kehadirannya, namun Jake dengan cepat menarik dirinya mundur beberapa sentimeter.
โDaddy, please... jangan diginiin... masukin,โ tangismu mulai pecah. Setitik air mata frustrasi lolos dari sudut matamu, membasahi seprai tempat tidur yang dingin. Rasa tidak nyaman akibat gairah yang tertahan ini benar-benar menyiksamu.
โKamu terlalu buru-buru,โ bisik Jake, suaranya berupa geraman rendah yang sangat seksi di dekat telingamu. โSiapa yang kasih kamu izin buat ngatur ritme malam ini, hmm?โ
Plak!
Sebuah tamparan keras mendarat telak di salah satu belahan pantatmu yang bulat. Suara kulit yang beradu itu menggema cukup nyaring di dalam kamar, menyisakan sensasi panas menyengat yang langsung mengubah warna kulitmu menjadi kemerahan. Rasa sakit yang bercampur dengan gelombang kenikmatan itu membuatmu memekik keras, tubuhmu gemetar hebat di atas kasur.
โBegging lagi,โ titah Jake dingin, namun napasnya yang memburu mengkhianati ketenangannya sendiri. Ia kembali menampar belahan pantatmu yang sebelah lagi, memastikan tanda kemerahan yang sama tercetak di sana. Plak! โKasih tahu aku seberapa butuh kamu sama punya Daddy.โ
โAku butuh... Dih-nya, Daddy... pretty please masukin dih Daddy sekarang... aku mau di ent*d brutal... please,โ ratapmu sambil terisak. Air matamu mengalir semakin deras, membasahi wajahmu yang memerah sempurna. Kamu bergoyang gelisah, mencoba melepaskan ikatan di tanganmu namun sia-sia. Kamu sepenuhnya berada di bawah belas kasihannya.
Melihatmu menangis dan memohon dengan cara yang begitu hancur justru membuat insting brutal Jake semakin terstimulasi. Bukannya meredam siksaan, Jake justru beralih menggunakan metode lain yang tidak kalah intens. Tangan kanannya yang besar bergerak turun menuju keintimanmu yang sudah terbuka lebar karena posisi menunggingmu.
Tanpa aba-aba dan tanpa kelembutan sedikit pun, Jake menyusupkan dua jarinya sekaligus ke dalam dirimu yang sudah basah kuyup.
โAhhhh! Daddy!โ Kamu menjerit tertahan, punggungmu melengkung tajam saat jari-jari besar itu masuk dengan sentakan yang kasar.
Semakin kamu menangis dan memohon agar ia memasukkan miliknya yang asli, Jake justru semakin brutal memainkan jemarinya di dalam sana. Ia menggerakkan jarinya masuk dan keluar dengan ritme yang cepat dan menuntut, menghantam dinding-dinding intimmu dengan sudut yang sengaja didesain untuk membuatmu kehilangan kewarasan. Bunyi gesekan basah yang intim kembali terdengar bersahut-sahutan dengan suara tangisan dan desahan pasrahmu.
โNangis lagi yang kenceng,โ bisik Jake serak, tangan kirinya kini mencengkeram pinggangmu dengan cengkeraman yang begitu kuat hingga meninggalkan bekas, sementara jemarinya di dalam terus melakukan penetrasi yang brutal, mengaduk-aduk keintimanmu hingga kamu merasa seolah-olah seluruh tubuhmu akan meleleh di bawah kendalinya. Kamu hanya bisa pasrah, menerima setiap siksaan manis yang diberikan oleh tetangga kosmu yang kini telah menjelma menjadi penguasa mutlak atas tubuh dan gairahmu.
to be continued
Daddy? wanna cum with me ngga?





kak, maaf aku ketawa bagian miaw๐๐ญ
miaw miaw banget nih mom? ๐ญ๐ญ๐ญ