jangan lupa like
Tangisanmu semakin pecah, memecah keheningan kamar kosan yang kini terasa super pengap. Rasa nikmat yang terlalu intens dari kocokan jari-jari Jake di dalam vaginamu udah sampai di tahap yang bikin kamu kewalahan, hampir menyiksa. Seluruh tubuhmu gemetaran hebat, lututmu lemas di atas kasur, dan posisi nunggingmu udah mulai goyah karena kamu bener-bener gak bisa menahan stimulasi brutal itu lagi.
βJake... ahh... stop... stop dulu, Jake! Sakit, nghh, udah... stop!β jeritmu kencang, suaramu melengking tinggi, dipenuhi keputusasaan karena kamu udah bener-bener berada di ujung tanduk. Kamu nangis sejadi-jadinya, air mata dan keringat bercampur jadi satu di wajahmu.
Tapi Jake yang udah kesetanan mendengarmu mengemis dan menyebutnya daddy tadi sama sekali gak punya niat buat ngerem. Bukannya berhenti, geraman rendah justru lolos dari tenggorokannya.
Plak! Plak!
Dua tamparan keras kembali mendarat telak di pantatmu yang udah memerah. Rasa panas menyengat itu langsung membakar kulitmu, membuatmu memekik lebih kencang. Bersamaan dengan itu, tangan kiri Jake bergerak naik ke kepalamu, jemarinya yang besar langsung menyusup ke sela-sela rambutmu dan menjambaknya dengan tarikan yang kuat ke belakang.
Kepalamu terpaksa mendongak, matamu yang basah dan merah menatap kosong ke langit-langit kamar sementara pinggulmu dipaksa semakin menungging tinggi, mengekspos vaginamu yang udah becek parah dan melebar karena serbuan jarinya.
βTadi ngemis-ngemis minta dimasukin, sekarang malah minta stop? Nggak ada stop malam ini, jalang kecilku,β bisik Jake, suaranya serak bergetar, bener-bener terdengar seperti predator yang gak akan melepaskan mangsanya.
Tubuhmu udah gemeteran di tahap ekstrem, otot-otot kewanitaanmu berkedut-kedut hebat menjepit jari Jake, tanda kalau kamu udah mau mencapai puncak pelepasan yang berikutnya. Tepat pada detik di mana orgasmemu udah di depan mata dan kamu bersiap buat menjerit, Jake tiba-tiba melakukan hal yang paling kejam. Dengan satu sentakan kasar, dia menarik keluar kedua jarinya dari dalam dirimu.
βNghhh! Jangan dicabut! Jake, please!β kamu meratap histeris, merasa kehilangan dan hampa seketika di saat kamu paling butuh pelepasan.
Jake gak membiarkanmu tersiksa terlalu lama. Dia langsung berlutut lebih rapat di belakang pantatmu. Ujung dih-nya yang udah tegang maksimal, besar, dan panas tanpa penghalang kondom itu langsung ditempelkan di bibir kewanitaanmu yang udah basah kuyup oleh cairanmu sendiri.
βRasain ini. Ini kan yang dari tadi kamu tangisin? Buka miawmaiwmu yang lebar, nikmatin dih Daddy yang bakal ngerusak kamu malam ini,β bisik Jake penuh kemesuman yang super vulgar tepat di lubang telingamu, bikin bulu kudukmu meremang total.
Jleb!
Tanpa aba-aba lagi, Jake langsung menyentak maju pinggulnya, melesakkan seluruh panjang kontolnya yang tebal masuk ke dalam kewanitaanmu yang pecek dalam satu dorongan kasar sampai mentok ke rahim.
βAKHHH! DADDY!β
Kamu menjerit sejadi-jadinya, meringis kesakitan bercampur kenikmatan yang luar biasa dahsyat. Rasanya begitu penuh, panas, dan padat sampai kamu merasa seolah tubuhmu terbelah jadi dua. Air matamu makin deras mengalir, tapi di saat yang sama, lubang vaginamu langsung menjepit kontol Jake dengan sangat erat, menyedot kehadirannya yang mentah di dalam sana.
Jake gak memberikanmu waktu sedetik pun buat beradaptasi. Begitu seluruh batangnya tertanam sempurna, dia langsung memulai genjotan brutal. Pinggulnya maju mundur dengan kecepatan tinggi dan tenaga yang sangat besar.
Plak, puk, plak, puk...
Suara benturan kulit selangkangan Jake yang menghantam pantatmu yang udah merah merona berbunyi super keras dan ritmis di dalam kamar, berpadu dengan bunyi becek cairan milikmu yang terciprat keluar karena kasarnya penetrasi itu. Jake benar-benar menggila, dia menggenjotmu tanpa ampun, menghantam titik terdalammu berkali-kali sampai kasur kosanmu berderit kencang.
Kamu menangis tersedu-sedu, kepala bergoyang liar karena jambakan tangan Jake dan hantaman brutal dari belakang. Tapi rasa sakit itu kalah jauh dibanding rasa penasarannya yang bikin ketagihan. Kamu bener-bener udah berada di bawah kendali penuh Jake, kehilangan seluruh harga diri dan akal sehatmu.
βEnak... ahh, enak banget, Daddy! Ent*d aku lebih brutal lagi, hnghh... terus, Daddy, hantam lebih keras! Aku mau cum!β ratapmu sambil menangis, ucapan kotormu makin liar seiring dengan rasa nikmat yang membakar seluruh tubuhmu. Kamu bener-bener mengemis minta dirusak oleh tetangga kosmu ini.
Mendengar tantangan itu, Jake semakin menjadi-jadi. Dorongannya semakin dalam, cepat, dan menghunjam kasar tanpa jeda. Setiap genjotannya seolah menguras habis seluruh tenagamu. Kamu udah gak bisa mikir apa-apa lagi selain sensasi dih besar Jake yang sedang mengobrak-abrik isi perutmu.
Hanya butuh beberapa belas genjotan brutal dalam posisi menungging itu sampai akhirnya seluruh otot tubuhmu menegang kaku. Kewanitaan menjepit dih Jake dalam kontraksi yang super ketat, dan kamu berteriak kencang saat gelombang orgasme yang dahsyat membuatmu cum duluan, mengeluarkan cairan yang semakin membasahi batang dih Jake. Kamu lemas total, kepalamu terkulai di atas kasur dengan tangan masih terikat di atas.
Tapi hukuman Jake belum selesai. Meskipun kamu udah cum dan menangis kelelahan, Jake sama sekali gak mengurangi kecepatan genjotannya. Dia terus menghajarmu dengan kebrutalan yang sama, memanfaatkan miawmiawmu yang sedang berdenyut-denyut pasca-cum buat memuaskan gairahnya sendiri yang belum mencapai puncak, terus menghukummu dalam permainan panas tanpa akhir malam itu.
Ruangan kamar yang remang-remang itu kini telah sepenuhnya berubah menjadi sangkar gairah yang teramat pekat. Udara terasa begitu berat, dipenuhi oleh uap panas tubuh yang berpeluh dan aroma intim yang menguar dari atas ranjang. Detik demi detik berlalu, namun intensitas di dalam kamar tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Sebaliknya, atmosfer justru semakin menekan, didominasi oleh deru napas Jake yang berat dan beratnya hantaman yang terus-menerus meredam jeritan pasrahmu.
Kamu sudah berada di titik terendah pertahananmu. Tubuhmu gemetar hebat dari ujung kepala hingga ujung kaki, otot-otot pahamu kaku dan lemas, tak lagi mampu menopang berat badannya sendiri jika bukan karena cengkeraman besi dari tangan Jake yang mengunci pinggulmu. Kamu baru saja melewati puncak pelepasan yang dahsyat, meninggalkan dinding-dinding kewanitaanmu dalam kondisi berdenyut-denyut sensitif, sangat responsif terhadap setiap gesekan sekecil apa pun. Namun bagi Jake, kepuasanmu yang terlalu dini bukanlah akhir dari permainanβitu adalah sebuah pelanggaran yang harus dihukum.
βSiapa yang kasih izin kamu buat cum duluan, hmm?β geram Jake rendah, suaranya bergetar tepat di belakang tengkukmu, mengirimkan rasa merinding yang dingin sekaligus panas ke seluruh tulang belakangmu. βHukuman buat jalang kecil yang egois.β
Jake sama sekali tidak memberikan jeda. Bukannya memperlambat ritme untuk membiarkan tubuhmu beristirahat, dia justru sengaja menarik pinggulnya mundur sejauh mungkin, sebelum akhirnya menyentak maju dengan tenaga yang jauh lebih masif.
Splaaasshh... Puk!
Suara gesekan basah yang teramat pekat beradu dengan bunyi hantaman keras saat selangkangan bidangnya menumbuk pantatmu yang sudah merah padam. Cairan dirimu yang sudah meluap-luap akibat orgasme berturut-turut bertindak sebagai pelumas alami yang membuat setiap hunjaman terasa semakin dalam, semakin licin, namun sekaligus semakin menyiksa karena dinding miawmiawmu sedang dalam kondisi paling sensitif. Batang dih=nya yang tebal, panjang, dan berurat itu melesak tanpa hambatan, menggosok setiap jengkal bagian dalammu yang sedang berkedut pasrah.
βAKHHH! Daddy, please... stop... stop dulu... hnghh, udah lemes banget, Daddy...β ratapmu tersedu-sedu. Air matamu mengalir deras, membasahi bantal dan seprai yang sudah berantakan. Kedua tanganmu yang masih terikat di atas kepala bergerak-gerak gelisah, mencoba mencari pegangan di tengah siksaan manis yang tak kunjung usai ini. Kamu bener-bener gemeteran, memohon belas kasihan dari tetangga kosmu yang biasanya bersikap santai namun kini bertindak bak penguasa mutlak yang kejam.
βNggak ada kata berhenti sebelum Daddy yang bilang selesai,β balas Jake dengan nada dingin yang sarat akan dominasi.
Untuk mempertegas hukumannya, Jake mendadak mengubah posisinya. Tangan kirinya yang besar merayap maju dari pinggulmu, menyusup ke bawah dadamu lalu naik mencengkeram bahu dan tengkukmu. Dengan satu tarikan yang kuat dan mantap, dia menarik paksa bagian atas tubuhmu ke belakang. Punggungmu melengkung ekstrem, terangkat dari kasur, memaksa kepalamu mendongak tegak menatap langit-langit kamar yang temaram, sementara bagian bawah tubuhmu tetap dipaksa menungging tinggi menampung setiap serangannya.
Posisi defensif yang hancur ini membuat miawmiawmu semakin terbuka lebar, membentuk sudut lurus yang membiarkan dih besar Jake menghunjam masuk hingga benar-benar mentok ke rahim tanpa ada yang menghalangi.
Puk! Puk! Puk!
βNghhhβDaddyyy! Terlalu dalem! Ahhh, mentok, Jake... sakit tapi enak banget... nghh!β jeritmu kencang, suaramu parau dan putus-putus. Setiap kali pangkal dih-nya menumbuk lubangmu, kamu bisa merasakan tekanan yang begitu kuat di dalam perut bagian bawahmu, membuat akal sehatmu semakin menguap ke udara.
Jake melihat wajahmu yang berantakan karena air mata dan gairah, mendengarkan setiap desahan dan dirty talk-mu yang kacau, dan itu hanya membuat miliknya semakin menegang keras di dalam sana. Miawmiawmu terlalu menjepit, terlalu hangat, dan terlalu nikmat untuk dianggurin begitu saja. Dia tidak peduli seberapa lemas dirimu, tidak peduli kamu sudah menangis memohon-mohon, fokusnya hanya satu, merusak pertahananmu sepenuhnya sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan.
Sembari pinggulnya terus melakukan genjotan brutal yang konstan dengan bunyi splash-splash yang semakin nyaring karena genangan cairan intim yang berceceran di paha dalammu, tangan kanan Jake bergerak naik ke wajahmu. Dua jarinya yang panjang dan kasar karena sisa aktivitas luar ruangan langsung disusupkan paksa ke dalam mulutmu yang sedang terbuka mencari udara.
βIsep jarinya Daddy. Isap yang pinter sambil dengerin sebecek apa miawmiawmu di bawah sana diperkosa sama dih-ku,β perintah Jake, suaranya serak berlendir, penuh dengan intensitas dirty talk yang meruntuhkan sisa-sisa harga dirimu.
Kamu tidak punya pilihan lain. Di bawah ancaman jambakan lembut namun tegas dan hunjaman brutal di bawah sana, kamu terpaksa mengulum kedua jari Jake. Kamu menyesapnya dalam-dalam, membiarkan air liurmu membasahi jemarinya sementara lidahmu mencoba menolak namun akhirnya malah ikut bermain. Pemandangan dirimu yang mendongak, menangis dengan jari-jarinya di dalam mulutmu, sementara bagian bawahmu dihantam tanpa ampun, benar-benar menyulut insting kebinatangan Jake.
Gerakan pinggul Jake semakin menjadi-jadi. Ritmenya berubah menjadi sangat cepat dan pendek-pendek namun penuh penekanan di titik paling sensitif Miawmiawmu. Gesekan yang terjadi di dalam sana memicu rasa panas yang membakar. Dinding-dinding Miawmiawmu kembali dipaksa untuk berkontraksi, dipompa oleh gerakan brutal yang tanpa ampun.
βMmhnghh... ahh... mhh...β Desahanmu tertahan di tenggorokan karena jarinya yang menyumbat mulutmu, namun dari bagian bawah tubuhmu, respons alami tidak bisa berbohong.
Sensasi penuh yang bertubi-tubi itu kembali mengumpulkan gelombang kenikmatan yang baru. Meskipun tubuhmu sudah lemas dan memohon untuk berhenti, sistem sarafmu tidak mampu menahan kebrutalan Jake. Perut bagian bawahmu kembali melilit kencang, dan dalam hitungan detik, tubuhmu kembali menegang kaku di bawah kekuasaan Jake. Kamu kembali mencapai puncak pelepasan, cum untuk kesekian kalinya, mengeluarkan cairan keintiman yang semakin membanjiri batang dih Jake yang masih perkasa. Miawmiawmu menjepitnya dengan sangat kencang, berdenyut hebat dalam ritme orgasme yang panjang.
Jake merasakan setiap jepitan itu, merasakan bagaimana kehangatan dirimu mencoba meremas miliknya, namun dia masih menolak untuk klimaks. Baginya, ini masih bagian dari hukuman.
Dia menarik jari-jarinya keluar dari mulutmu, meninggalkan untaian benang liur yang tipis, lalu membiarkan tubuhmu sedikit ambruk ke kasur namun tetap mempertahankan penetrasinya. Genjotan brutal itu berlanjut seolah-olah kamu belum mencapai apa-apa, terus menumbuk lubangmu yang sudah basah kuyup dan lemas, membiarkan gesekan intim itu menggema di dalam kesunyian malam, menegaskan bahwa malam ini kamu sepenuhnya adalah tawanan gairahnya yang tanpa batas.
Kamar kosan yang ukurannya gak seberapa itu udah bener-bener kayak tungku rumahan yang super panas. Udara malam yang harusnya dingin sama sekali gak berasa, kalah total sama hawa gerah dari dua tubuh yang dari tadi gak berhenti bergerak di atas kasur. Keringat Jake udah menetes dari ujung rambutnya yang acak-acakan, jatuh mengenai punggung polosmu yang berkilau karena peluh. Kamarmu bener-bener dipenuhi aroma intim yang pekat, perpaduan antara sisa parfum maskulin Jake yang mulai luntur dan cairan tubuh kalian yang udah berceceran di mana-mana.
Tubuhmu udah gak ada potongan manusia normal lagi, lemas segendang-gendangnya, gemetaran dari ujung jari kaki sampai ke pundak. Tanganmu yang masih terikat di tiang ranjang udah kesemutan, tapi fokus tokomu udah ilang total karena bagian bawahmu masih terus-terusan dihabisi tanpa ampun. Jake bener-bener gak ngasih kendor. Otot-otot punggung dan lengannya yang kokoh kelihatan makin menegang, pertanda kalau tenaganya justru makin meledak di detik-detik terakhir ini.
Plak! Puk! Plak! Puk!
Suara selangkangan Jake yang menghantam pantatmu makin nyaring, bersahut-sahutan dengan bunyi tamparan tangannya yang berkali-kali mendarat di bokongmu sampai warnanya merah padam. Setiap kali kulit kalian beradu, ada sensasi panas menyengat yang anehnya malah bikin miawmiawmu yang udah becek parah itu makin sensitif. Bunyi gesekan basah di dalam sana bener-bener kedengaran jorok dan pekat banget, saking banyaknya pelumas alami yang keluar karena kamu udah dipaksa cum berkali-kali.
βJake... nghh... badanku udah gemeteran semua, daddy... stop... ahh,β rintihmu dengan sisa tenaga yang ada. Suaramu udah serak, hampir habis karena dari tadi jerit-jerit terus. Wajahmu tenggelam di bantal yang udah basah sama air mata frustrasimu yang keenakan.
βDikit lagi. Tahan. Jepit yang kencang, lilttle slut-nya Daddy,β geram Jake serak. Napasnya udah memburu pendek-pendek di atas tengkukmu, terdengar makin berat dan dalam. Gak ada lagi tampang santai cowok tetangga kos yang biasanya suka nyapa ramah di koridor. Yang ada di belakangmu sekarang cuma cowok yang lagi kesetanan karena lubangmu terlalu jepit dan enak buat ditinggalin.
Jake bisa merasakan kalau miliknya udah di ambang batas. Urat-urat di batang dih besarnya yang tertanam penuh di dalam miawmiawmu makin menegang keras. Rasanya panas banget, kayak mau meledak. Kedua tangan Jake yang besar langsung turun, mencengkeram pinggangmu kuat-kuat sampai jarinya menekan kulitmu, ngunci posisimu biar gak bisa geser kemana-mana lagi. Dia mulai melakukan genjotan brutal yang terakhir, menumbuk maju mundur dengan kecepatan penuh, menghantam dinding rahimmu berkali-kali tanpa ampun.
Splaaasshh... Puk! Splaaasshh... Puk!
βAKHHH! DADDY! JAKE! AHHH!β
Kamu menjerit sejadi-jadinya pas ngerasa hantaman itu makin dalam dan cepat. Di sela rasa lemas yang luar biasa, miawmiawmu mendadak bereaksi sendiri. Otot-otot di dalam sana mulai berkedut hebat, menjepit dan meremas batang dih Jake dengan sangat ketat seolah-olah gak mau melepaskan kehadirannya di dalam sana. Jepitan yang super kencang dan berdenyut-denyut itu langsung memutus sisa-sisa kendali yang dipegang Jake dari tadi.
βNgghhh... bangsat, kencang banget...β Jake mengerang rendah, suaranya terdengar kayak geraman dalam dari tenggorokan.
Merasakan remasan miawmiawmu yang makin menggila di dalam, Jake langsung menyentak pinggulnya maju satu kali terakhir dengan sangat keras, menanamkan seluruh panjang dih-nya sampai mentok ke ujung dalam dirimu tanpa ada jarak tersisa. Tubuh besarnya mendadak menegang kaku di atas punggungmu. Kepala Jake mendongak dengan rahang yang mengeras sempurna, matanya terpejam rapat saat seluruh ketegangannya pecah berantakan.
Crott crott...
Di dalam kehangatan miawmiawmu, kamu bisa merasakan dengan jelas bagaimana milik Jake berdenyut-denyut besar, memuncratkan cairannya yang sangat banyak dan panas ke dinding-dinding dalam dirimu. Rasanya penuh banget, seolah-olah cairan hangat itu meluap sampai memenuhi seluruh rongga di bawah sana. Jake mendesah super berat, napasnya yang panas berembus pendek-pendek di pundakmu saat dia perlahan menjatuhkan seluruh berat badannya yang lemas di atas tubuhmu.
Kalian berdua terengah-engah di tengah kesunyian kamar yang cuma dihiasi suara detak jantung yang masih maraton. Jake gak langsung menarik dirinya keluar, dia membiarkan dih-nya yang masih berdenyut tetap tertanam di dalam dirimu yang becek, menikmati sisa-sisa kehangatan malam yang bener-bener merusak akal sehat kalian berdua.
Berat tubuh Jake yang besar dan atletis mendadak terasa sepenuhnya menimpa punggungmu yang polos. Cowok itu ambruk, benar-benar kehabisan energi setelah ronde brutal yang menguras seluruh tenaganya. Namun, meskipun tubuhnya sudah lemas dan napasnya berembus pendek-pendek di ceruk lehermu, Jake sama sekali gak mau menarik dirinya keluar. Batangnya yang perlahan melunak masih dibiarkan tertanam di dalam milikmu yang basah kuyup, menahan sisa-sisa kehangatan dan cairan pekat yang meluap di dalam sana.
Napas berat Jake yang panas berembus putus-putus, menggelitik kulit leher dan telingamu. Setelah beberapa menit hanya ada suara deru napas yang perlahan melandai, Jake sedikit menggeser kepalanya. Bibirnya yang masih basah menempel di daun telingamu, lalu sebuah bisikan jorok dan serak lolos dari tenggorokannya.
βMakasih ya... punya kamu bener-bener bayaran paling mahal cuma buat urusan masang gas kosan,β bisik Jake rendah, terkekeh kecil yang polanya bergetar langsung di punggungmu. βLain kali kalau kompornya mati lagi, langsung panggil Daddy aja. Gak usah pakai nunggu lapar.β
Kamu yang sudah setengah sadar, dengan pandangan mata yang sayu menatap dinding kamar, cuma bisa membalas kalimat jorok itu dengan gumaman pelan yang gak jelas fungsinya. βNghh... capek, Jake... diem...β Suaramu parau, benar-benar habis. Jangankan buat membalas dirty talk-nya, buat menggerakkan ujung jari kaki saja rasanya kamu sudah gak punya kekuatan lagi. Kedua tanganmu yang masih terikat di atas kepala terasa kebas, namun rasa lemas di tubuhmu membuatmu terlalu malas untuk meminta Jake melepaskannya saat itu juga.
Mendengar gumaman pasrahmu, tangan kanan Jake yang tadinya mengunci pinggulmu perlahan merayap naik ke atas. Telapak tangannya yang besar dan agak kasar karena sisa keringat futsal itu menyelinap ke bawah tubuhmu, meraba dan meremas dadamu pelan, memainkan ujungnya dengan ritme santai seolah membelai mainan favoritnya. Sentuhan yang malas namun posesif itu membuatmu melenguh tipis, refleks menyandarkan kepalamu lebih dalam ke bantal.
Gak lama setelah puas bermain di dadamu, Jake perlahan menarik dirinya keluar dari keintimanmu. Bunyi plop basah yang samar terdengar di keheningan kamar, disusul rasa hampa yang dingin saat miliknya terpisah dari tubuhmu. Cairan hangat yang tersisa di dalam perlahan mengalir keluar melewati paha dalammu, menambah sensasi lengket yang sudah memenuhi selangkanganmu.
Jake mengubah posisinya, bergeser ke sampingmu dan ikut merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia menopang kepalanya dengan satu tangan, menatap wajahmu yang memerah berantakan dari samping. Tangan kirinya terulur, meraih dagumu dan menolehkan kepalamu ke samping agar menghadap ke arahnya. Tanpa berkata apa-apa lagi, Jake menunduk dan mengecup bibirmu lembutβciuman yang jauh berbeda dari kebrutalan di dapur dan di ranjang tadi. Ini adalah ciuman penutup yang hangat, penuh keakraban dari seorang cowok yang sudah berbagi rahasia tubuh denganmu selama tiga tahun penuh.
Setelah melepaskan tautan bibir kalian, Jake meraih ujung selimut tebal yang tergeletak di kaki ranjang. Dengan satu tarikan, dia menyelimuti tubuh kalian berdua yang sudah lengket dan basah oleh keringat, membungkus kalian dalam kehangatan yang sama. Lengan kokohnya ditarik untuk dijadikan bantalan kepalamu, sementara tangannya yang lain memeluk pinggangmu dari belakang, menarik tubuhmu menempel rapat pada dada bidangnya. Malam ini, seperti malam-malam sejenis di tahun-tahun sebelumnya, Jake memutuskan untuk menginap di kamarmu, mengabaikan fakta bahwa kamarnya sendiri hanya berjarak beberapa langkah di koridor luar.
=
Matahari pagi keesokan harinya menembus celah-celah gorden kamarmu, membawa pendar cahaya terang yang langsung menyapa matamu yang perlahan terbuka. Rasa pegal di sekujur tubuhβterutama di bagian pinggang dan paha dalamβadalah bukti otentik dari apa yang terjadi semalam. Di sampingmu, kasur sudah kosong. Aroma parfum maskulin Jake dan sisa kehangatan tubuhnya masih tertinggal di seprai, namun sosoknya sudah menghilang.
Saat kamu melangkah keluar kamar dengan kaus oblong bersih yang kebesaran, kamu menemukan sebuah mangkuk di atas konter dapur. Di dalamnya ada mi instan yang sudah matang sempurna, lengkap dengan telur mata sapi di atasnya, lengkap dengan selembar kertas kecil yang ditempel di pinggiran mangkuk.
βKompornya udah bener. Mi-nya jangan lupa dimakan. Kalau kurang kenyang, ketuk pintu sebelah aja. - Jakeβ
Kamu senyum tipis, meremas kertas itu lalu membuangnya ke tempat sampah. Hubungan iniβatau apa pun sebutannyaβmemang sudah berjalan selama tiga tahun penuh tanpa pernah menyentuh kata βstatusβ. Kamu adalah mahasiswa kedokteran yang sibuk dengan urusan kampus dan hobi menulismu, sementara Jake adalah tetangga kos yang sibuk dengan dunianya sendiri, anak futsal yang sering pulang malam dengan tampang kusut namun selalu terlihat tampan.
Di atas kertas hitam-putih norma sosial, apa yang kalian lakukan mungkin dianggap aneh, atau bahkan salah. Tiga tahun berbagi keringat, desahan, ciuman brutal, dan panggilan daddy di atas ranjang tanpa pernah sekalipun ada obrolan tentang βkita ini apa?β. Gak ada tuntutan untuk berkabar setiap jam, gak ada kewajiban untuk mengenalkan ke orang tua, dan gak ada drama cemburu kalau salah satu dari kalian terlihat mengobrol dengan orang lain di depan gerbang kos.
Namun di sinilah epic-nya. Ketiadaan status itu justru menjadi fondasi paling kokoh dari kenyamanan yang kalian miliki. Kalian berdua sama-sama menikmati kebebasan mutlak tanpa kehilangan keintiman yang paling dalam. Ketika pintu kamar kos tertutup, dunia luar dengan segala aturannya lenyap; yang tersisa hanyalah dua orang yang tahu persis bagaimana cara memuaskan satu sama lain tanpa perlu retorika romantis yang rumit.
Status gak jelas ini bukan karena kalian gak berani berkomitmen, melainkan karena kalian berdua terlalu enjoy dengan dinamika yang ada. Gak perlu ada ikatan yang mengikat leher, karena selama tiga tahun ini, tarikan gairah dan kenyamanan yang kasual sudah lebih dari cukup untuk membuat Jake selalu kembali mengetuk pintumu, dan membuatmu selalu menyambutnya dengan tangan terbuka. Hubungan tanpa nama ini adalah rahasia terbaik yang tersimpan rapi di balik dinding kos-kosan, sebuah kesepakatan tak tertulis yang berjalan sempurna, brutal, dan sepenuhnya memuaskan.
the end





Lah sampe ending statusnya ga naik pangkat, the real partner sexπ